Senin, 24 Oktober 2016

Old Town of Djakarta

Saya akan bercerita tentang Pengalaman saya berkunjung ke salah satu tempat paling bersejarah dan tertua di Djakarta, yaitu Kota Tua. Kota Tua dulu dikenal sebagai “Oud Batavia”. Kawasan Kota Tua berada di antara perbatasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Ada 5 museum yang berkawasan di Kota Tua, yaitu Museum Fatahilla, Museum Wayang, Museum Seni Rupa da Keramik, Museum Bank Indonesia, dan Museum Bank Mandiri. Museum-museum tersebut memiliki koleksi benda-benda yang menjadi saksi bisu peristiwa di masa lalu.

Ini bukan pertama kalinya saya ke Kota Tua. Saya mulai perjalanan saya ketika saya keluar dari Stasiun Jakarta Kota menuju Kota Tua. Kala itu hujan yang sangat teramat besar baru saja berhenti dan membuat jalanan menjadi becek. Saya pergi bersama teman-teman sekampus saya. Kami berjalan dari Stasiun ke penyeberangan bawah tanah, bawah sana terdapat banyak penjual yang menjual berbagai barang yang menjadi ikon Kota Tua atau Djakarta. Akhirnya kami sampai dipintu keluar yang dekat dengan Museum Mandiri, lalu kami menyebrang di Zebra Cross dan sampai di samping Museum Fatahilla.


Di Kota Tua kami berkeliling dan melihat banyak penjual dan orang-orang yang berprofesi sebagai Noni Belanda, Patung Moh. Hatta, dan orang yang seolah-olah duduk melayang. Waktu itu jam menunjukkan pukul 16.47 WIB, dan hujan rintik-rintik pun mulai turun kembali. Sehingga saya dan teman-teman tak dapat lebih lama lagi bermain-main di Old Town of Djkarta. Tapi kami tidak ketinggalan untuk mengabadikan momen ini dengan berfoto selfie didepan Museum Fatahilla.


(Screenshoot Post Media Sosial “Path”(Akun milik Pribadi))

Setelah itu, kami bergegas untuk pulang, kami melewati jalan yang sama menuju Stasiun Jakarta Kota. Namun, kali ini kami menyempatkan waktu untuk mengisi perut yang bernyanyi di tempat makan bawah tanah, kami semua makan bakso dan menjadi senang karena kenyang :) Kami akhirnya pulang dan mengalami perpisahan.



Sungguh menyenangkan berada di Kota Tua merasakan Jakarta Tempo Doeloe bernuansa gedung-gedung vintage ditengah keramaian gedung-gedung baru berkonsep modern. Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga memberikan banyak manfaat. Tuhan Memberkati :)

1 komentar: